Saturday, March 28, 2009

Sang mentari

Riak mentari binggung menampakan diri
meratap sedih di telan malam panjang
terdiam tak berdaya bersenandung sepi
malu jiwa membeku layaknya dia telanjang

Cahaya murni tenggelam

Penggunaan telah terbalik,
kini sendi2 ku penat serasa ribuan kati menimpa ragaku
Bertahan dalam hidup sesaat,
menemani cinta yang masih terus berekspresi

Waktuku telah datang, aku tak bisa bersembunyi lagi
maafku bila lancang, menghilang dalam lembayung senja
bebaskan aku, lepaskan aku pergi untuk saat yang mulia
jemput aku cintaku, di saat cahaya murni mulai tertutup

Kabar cerita kebohonganku

Seperti aku menahan airmata...
untuk mengungkapkan apa yang ada.
aku menjadi narapidana dalam hidupku,
tiada jalan keluar airmata itu membeku..

Seperti aku menahan airmata kesendirianku,
aku menolak kenyamanan lewat di jalanku..
mencari kepastian yang tak pasti sekarang,
rusuk kiri yang telah menghilang terbang..

Seperti aku menahan airmata aku terhibur,
bendungan yang ku bangun aku tercebur..
tenggelam jauh masuk terseret pesona pasti,
menghukum apapun yang terlintas dalam hati..


Emosiku tertinggal..
terdiam sesaat..
tidak mengijinkan..
masuk kedalam..

Atau aku baru saja memberi tahukan sebuah kebohongan??

Tanpa aku harus berfikir


Kini aku mengerti, kenapa kita harus berpisah..

Ketika kau berbicara "ternyata ini ga segampang yang aku fikir"
seketika aq berfikir, kau selalu mudah untuk berbohong.

Ketika kau berbicara "tanya padaku apa yang kau inginkan?"
Seketika aku berfikir, bukan masalah kenapa kita mesti berpisah.

Kenapa aku mencintaimu setelah kau menyelesaikan semua?
Atau kenapa rasa percaya yang terbesar telah sirna?

Aku merindukanmu, dan aku Mencintaimu tanpa aku harus berfikir keras betapa dalam kebohonganmu yang harus aku ketahui..

Dosa tanpamu

Mengiris urat syaraf yang mati,
laksana selaput makna tak terbias jawaban
Membungkam sebuah pemikiran sempit,
membekukan kenyataan yang palsu
Melayang seiring alunan cinta membuai hati,
terhempas jauh menunggu kepastian
Menghitung derap langkah kosong menipu,
menerka arah bahagia kan menyapa.

………………………………….

Aaaaaarggggghhhh…….. Aku sekarat ! ! !
Setanpun tertawa puas membunuh deritaku ! ! !
Dan malaikat tersenyum sinis pergi menjauh ! ! !

Kampung gintung

Akupun telah membuka mataku
Untuk melihat dunia apa yang pantas ada
Hujan airmata turun dari langit
Mereka akan meniup semuanya menjadi kepingan
Untuk membuktikan bahwa Allah yang menguasai semua
Dan hujan api akan turun dari langit

* untuk semua saudara2ku di kampung gintung

 
template by suckmylolly.com flower brushes by gvalkyrie.deviantart.com