Monday, August 31, 2009

bunda

Bunda, kata kata ini aku ucapkan
tulus, telanjang kupersembahkan
tiada rahasia dibalik makna puisi
tanpa ada kosa kata sembunyi arti

Cinta ini untukmu, rindu ini milikmu
peluk ini cintamu, kecup ini rindumu

aku menyayangi dirimu bunda
hingga akhir ceritaku di dunia
mustahil aku berdiri tanpa topang darimu

aku mencintai hatimu bunda
hingga tubuhku terpisah jiwa
tak mungkin aku tertawa tanpa candamu
sampai saat nafasku berhenti berhembus
sampai waktu mataku terpejam selamanya
ketika rohku terlepas dari raga semata
ketika nyawaku melewati ujung ujung kepala

aku tulus menyayangi semua yang ada dalam diri dan hatimu bundaku tercinta..

020309, Rastamaniss

*Untuk bundaku, maafkan semua salahku bunda butiran air mata ini untukmu..
aku malu padamu, sekarang aku belum bisa menjadi seseorang yang kau harapkan untuk menjadi manusia yang baik, akhlak, moral, dan lain2..
puisi ini aku persembahkan untuk bunda di seluruh dunia juga dari rastamaniss

Membunuh diriku

Dalam kamar
dalam kegelapan, dingin
berpikir untuk melakukan bunuh diri!

Sendirian
tidak memiliki apapun
berpikir untuk melakukan bunuh diri!

Pisau di tanganku
dan catatan di lain tangan
berpikir untuk melakukan bunuh diri!

Tetapkan
dengan pisau ke dadaku
tentang membunuh diri.

Terakhir ucap
'ini takdir dan selamat tinggal'
tentang membunuh diri.

Nafas terputus
sekarang aku telah tiada
dan aku baru saja melakukan bunuh diri.


140209, Rastamaniss

Langit Jingga Membusuk

Mengais mimpi yang palsu terbakar dendam menjalar
menusuk jiwa yang kosong memukul hati yang sepi
langkah bertahap kian menarik kuasa tubuh tuk membantah
memebayang tepian jurang menanti hempaskan diri membentur

Mencekik nafas hingga ajal menggores kulit hingga perih
memaki hidup penuh benci memberi jawab yang tak murni
mengantung jiwa selalu menyeret pergi semangat menyala
memberatkan langkah berpijak mengelayut hampa kosong

Merangkak sampai akhir sekarat dalam kata maupun bicara
melangkah tanpa pasti mengunting hidup yang biru merona
membawa raga masuk ke pintu lubang panjang tak berujung
menarik diri menolak cinta menari kembali

Dalam jingga langit yang busuk dan membuat murka selamanya.


110209, Rastamaniss

Kelam yang terbayar

Sedikit tanya d bibir,
mendapat sejuta harapan.
Berkali mengurai kata,
seribu janji terbang.
Menunggu dentingan,
mengganti wajah gembira.
Meskipun samar gulita,
dan remang menghadang.

Dengan buaian kalimat,
mencoba menjaring.
Satu sontak datang,
mangsa untuk malam panjang.
Kata berbisa terhampar,
segalanya harus terbuka.
Angan menggapai terwujud,
kelam pun lengkap terbeli.


080209, rastamaniss

Jika

jika kunci telah hilang..
apakah aq masih bisa memasuki sudut hatimu?

jika jalan telah terganti.
apakah aku bisa melalui jalan lama yang telah ku hapal?

Jika peta hidup telah musnah.
apakah aku punya jarak untuk memanjakanmu?

Jika tiada satupun petunjuk.
apakah aku bisa memecahkan semua pada diriku?

Jika sayap ku telah terbakar.
apakah aku masih bisa membawa mu terbang?

Jika semuanya keinginan...
harapan menjadi hampa
menyeret ku menjauh darimu..
apakah aku masih bisa bersatu dengan mu?

040209, Rastamaniss

Satu

Satu bunga berduri menusuk jari
satu ratap menyeret airmata menatap
satu luka menghiasi semua cinta
satu pilu selamanya hanya bidadari ku

Satu nafas tetap terjaga sampai ku ada kembali tersenyum untukmu.

310809, Rastamaniss

 
template by suckmylolly.com flower brushes by gvalkyrie.deviantart.com