Semburat kelabu yang terhampar itu akan segera sirna
meski sinar yang terpancar tak selalu menerangi hidup
walau cahayanya berpijar tak mampu menyilaukan mata
dan kadang merindukan kelabu lagi diantara sinar redup
Semua bukan salah dari cerita pilu yang menyapa cinta
mungkin juga sebagian perih dan rintangan kehidupan
janganlah menghindar atau lari dari ketentuan semata
atau memang Allah benar menyayangi lewat kepedihan
Hapuslah airmata yang meleleh jatuh menggenangi pipi
tersenyumlah untuk semua mahluk yang hidup diantaramu
airmata darah tak pantas menodai wajah yang ayu berseri
Semua hancur itu akan berbalas kenikmatan hanya untukmu
170309, Rastamaniss
Monday, September 07, 2009
Perih Yang Sempurna
By Putrastamaniss at 1:02 PM 0 comments
Subscribe to:
Comments (Atom)
