Friday, December 30, 2011

Wajah

Menjelma sempurna sejumlah bingkai di ceritaku
Serentak nya memberontak silih berganti di hidupku
Tergores tak jarang, pun mengusung ku terbang tinggi
Lengkap pula rapih tersaji dalam setiap nafas pergi

Selintas akal sehatku suarakan argumen menilai
Senyum lebar meski hati murka dan berteriak ramai
Dia tertikam oleh ilusi fana yang kadang menyeka
Sesaat terbunuh untuk terus diam seribu bahasa

ahh.. omong kosong!
Aku tetap aku, persetan topeng kalian !!


31122011, Putrastamanis

Thursday, December 29, 2011

November

Di sini dijabarkan aturan
hitam telah mengintip setia
kaburkan suci yang sejati
menerima kebaikan atau
jauh lebih buruk sekalipun
ukirkan jelas pesona alami
berkata di setiap ucapan
dari bibir yang terpilih
tentang bulan november



041109, putRastamaniss

Ungkapan

Goresan kata tercekat di nyaliku
terus menggumpal paksa aku
hingga sampai waktu akan memotong hadirku
rangkul sesal yang hantui hariku
dan lihat sekarang
takut ini menikam dalam pesonaku



160809, Putra

Marshbrand

Halus raga bungkus canda
Tipismu kujilati serakah!
Sejuta kasih untuk rangkulmu
Temaniku damai dalam hidup


200707, Putrastamanis

Trotoar

epul asap dari bibirku tuliskan semua halusinasi
berteduh pohon kamboja yang lama tertanam sendiri
terus melayangkan sejuta kisah - kisah dengan nyata
Terjalin penuh dosa dan tawa terbahak menjadi sah

Beberapa meter dari jembatan megah kokoh dan elok
kuat membekas dijalan ini sebuah takdir kehidupan
meski rasa kadang menciut bersama ketidakadilan hukum
tentram akan terus berkibar dalam kobar api kedamaian


210909, Putrastamanis

Perempatan

Kain - kain lusuh terpasang
balut kembali seluruh iba
menjemput hasil dalam debu
menepis kotor yang hadir setia

kembali terlintas
benak menghapus sehat
meronta, membayang impian
untuk lahir mengambil pintas
dalam tipu dan rayu
bibir - bibir palsu peramai jalan raya.



210909, Putrastamanis

Lentera

Gelap ini menertawakanku polahku
mencibir semua kebodohanku
lenyapkan senyumku, hilangkan pula tawaku
Gelap ini puas telanjangiku
menari bangga melihat tundukku
meraba raba dinding kotor lembab ciptanya

Dingin telah bekukan akalku
jumput sebuah parang berkalung dileherku
nantikan roh ku melayang memaki sikapku
terdiam meneteskan airmata darah
duduk menanti tanpa ada yang di nanti
sesaat leherku terputus, namun

Penghujung cerita,lentera terangiku
"sebuah anugrah" sangka ku
"akhir sang kelam" benak ku
kugantung takdirku bersamanya
coba hindari pukulan telak hatiku
hampa, sunyi, terbakar cahayanya

Redupnya terus ku tiupi kehangatan
melelehkan semua beku hariku
meleburkan hina yang kudapat
memaksa tulus mencium hatiku
anugrahkan yang tak terbaca dalam hidupku
ajari bibirku lembut tersenyum bahagia

Menggenggamnya dengan kasihku
lewati hitam yang siap menerkam ku
membunuh karat dalam sendiku
hangatkan ruang dalam sinarnya
aku bersyukur, lintaskan tetap ini murniku
menjaga dan melindungi panas apinya


190909, Putrastamanis

Nyaman

Terdampar hatiku menepi dalam kabut dusta
merobek harapan usang tertanam jauh terlupa
membunuh sekian rasa hingga berpeluh nista
menumpahkan kecewa lewat kata kata terluka

Jatuhkan diri pasrahkan posisi sudut sepi sendiri
tersenyum getir menahan sunyi membelit cinta
memandang sinis sebuah jiwa perlahan membeli
terseret kelam menyinari hari panjang percuma

Kobaran lautan api sesal menyala diri terbakar
tak kuasa padam meski tersiram seribu iman
terus menyala hanguskan semua organ terkapar
mempersembahkan sebuah gelap yang nyaman

nyaman ?
aneh, aku merasa nyaman.


240309, Putrastamanis

Langit Hitam

Setiap inti dari cerita kita
mampu menempa setiap rasa luka
terjun bebas dalam sejuta imaji
gapai bahagia ditengah damai hati

Sepatah janji berlaku,
Serapah ucapan cintaku,
kini tergantung mati dilangit hitam!
terkapar berdarah hilang dan tenggelam!

Putih itu terhapuskan,
tulus itu termusnahkan
pun semua tak akan kembali nanti
ikhlas akan tetap menyiram hari.


070909, putrastamanis

Puisi cinta

Lagilagi roda kembali berputar
menyulut langkah usang terbakar
sembuyikan bangga dibalik kata
persembahkan satu kalimat cinta

Keindahan sempurna wujud bidadari
mencuil sedikit hati yang terbeli
kembali hembuskan cerita keindahan
yang dulu berlari telah tertahan


060909, Putrastamanis

Gadis kecil dimata alkohol

terlupakan polos dalam polah mu
sore kala sedikit hujan menari
terhempas hadirmu di pandangku
ketika air ini lewati ronggaku


"bang pinjem payung buat ngojek"
suara mu sadarkan setengahku
tergesa mencari keramaian yang langka
dengan senyum lengkapi langkah itu


"apa dia masih sekolah? orangtua nya?"
sedikit kerja di otakku diciptanya
itu terpompa bersama asap roko ku
dan racun yang tak kuhitung jumlahnya



28122011, Putrastamanis

 
template by suckmylolly.com flower brushes by gvalkyrie.deviantart.com