Mengais mimpi yang palsu terbakar dendam menjalar
menusuk jiwa yang kosong memukul hati yang sepi
langkah bertahap kian menarik kuasa tubuh tuk membantah
memebayang tepian jurang menanti hempaskan diri membentur
Mencekik nafas hingga ajal menggores kulit hingga perih
memaki hidup penuh benci memberi jawab yang tak murni
mengantung jiwa selalu menyeret pergi semangat menyala
memberatkan langkah berpijak mengelayut hampa kosong
Merangkak sampai akhir sekarat dalam kata maupun bicara
melangkah tanpa pasti mengunting hidup yang biru merona
membawa raga masuk ke pintu lubang panjang tak berujung
menarik diri menolak cinta menari kembali
Dalam jingga langit yang busuk dan membuat murka selamanya.
110209, Rastamaniss
Monday, August 31, 2009
Langit Jingga Membusuk
By Putrastamaniss at 3:43 PM
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment