Lepas benak usang terjejal mati,
perkosa kebebasan ekspresi hati.
Untuk sadari murni kuasa ilahi,
bentang - bentang syukur tak menepi.
Menyambung simphoni bahagia menari,
dalam untaian jalan merangkul emosi.
mengikuti prosa jiwa elok membuai,
ciptakan mata terbakar titik damai.
Tetaplah menyala hijauku
untuk kami tinggalkan dosa,
bersama indah bola api yang tenggelam
dan senyum manis bidadari pasir putih.
260909, Putra
Friday, October 02, 2009
Aceh untuk Anyer
By Putrastamaniss at 8:33 PM
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment