Ibaratkan sebagai daging tersayat mata pisau
darah otakku menyembur terus terpompa
satu pertanyaan harapkan jawaban kosong
berteriak parau suaraku teracuhkan mereka
sekumpulan kata maki yang tercipta di dunia nyata
terlepas bebas tanpa bisa mewakili setiap luka
langkahpun nihil menggenggam ridho sang pencipta
harga mati tetap melangkah dengan mulut terbungkam
Meratap tiada arti dan paksakan merobek kenyataan
sebuah kehancuran akal menyusup kedalam jasad
memicu semangat tuk segera mengakhiri hidup
sontak tertikam seluruh kegagalan yang tersaji indah
Tanpa pemikiran sejati pun nurani telah membaca masa
menyusuri jalan pintas yang tersadar penuh dosa dan luka
mantapkan hati berjalan meski gelap terus tersenyum
kisah sama terulang menunggu hati menyapa dirinya
Merayu manis tak terelakan barang sedikitpun liku
menarik halus arah juga ikhlas menggandeng mereka
tercipta semu rangkuman - rangkuman tawa menggema
lewat air kedamaian dan asap bahagia menjanjikan cinta
Merobek sedih, pilu, sepi, tangis, perih, luka, dendam.
memasung apapun yang tersimpan dalam kenangan
meratapi kepergian kesetiaan yang selama ini berbagi
hingga pada masa akan tenggelam dalam penyesalan
Dengan kesadaran telah tertulis semua takdir ini
berteman sejuta kehampaan yang berdiri disampingku
menggurui setiap kerapuhan menghantui ragaku
untuk bisikan dengan tulus "Ya Allah, Kau Maha Adil"
071109, Putra
Tuesday, December 01, 2009
Allah SWT maha adil
By Putrastamaniss at 5:47 PM
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment