Mata tersebut buta melihat kenyataan terhidang
meraba keindahan yang lenyap terkubur pandang
dalam sejuta harap terbunuh sebuah kenyataan
pun darah mengalir menetes lalui setiap irisan
Keindahan terbungkus membusuk terbawa janji kosong
terbuai lewat sejuta pujian melambung terus melolong
tersaji dengan sempurna lewati akal sehat berfikir
menyeret diri masuki gelap panjang hingga kata akhir
Bukan khayal itu yang ingin disampaikan untukmu
mungkin hanya sebuah petuah basi membuat jemu
untuk terus merasakan utuh satu keyakinan sumpahku
meski redup dan tenggelam lihatlah putih ini berlaku
Batasmu selamanya.
jg saat bumi musnah,
tersapu kuasa terompet sangkakala.
180110, Putra
Monday, January 18, 2010
Sajak cinta
By Putrastamaniss at 12:09 AM
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment