Gelap ini menertawakanku polahku
mencibir semua kebodohanku
lenyapkan senyumku, hilangkan pula tawaku
Gelap ini puas telanjangiku
menari bangga melihat tundukku
meraba raba dinding kotor lembab ciptanya
Dingin telah bekukan akalku
jumput sebuah parang berkalung dileherku
nantikan roh ku melayang memaki sikapku
terdiam meneteskan airmata darah
duduk menanti tanpa ada yang di nanti
sesaat leherku terputus, namun
Penghujung cerita,lentera terangiku
"sebuah anugrah" sangka ku
"akhir sang kelam" benak ku
kugantung takdirku bersamanya
coba hindari pukulan telak hatiku
hampa, sunyi, terbakar cahayanya
Redupnya terus ku tiupi kehangatan
melelehkan semua beku hariku
meleburkan hina yang kudapat
memaksa tulus mencium hatiku
anugrahkan yang tak terbaca dalam hidupku
ajari bibirku lembut tersenyum bahagia
Menggenggamnya dengan kasihku
lewati hitam yang siap menerkam ku
membunuh karat dalam sendiku
hangatkan ruang dalam sinarnya
aku bersyukur, lintaskan tetap ini murniku
menjaga dan melindungi panas apinya
190909, Putrastamanis
Thursday, December 29, 2011
Lentera
By Putrastamaniss at 12:19 PM
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment